Peran Indonesia Dalam Kerjasama Antarnegara Di Bidang Ekonomi

Peran Indonesia Dalam Kerjasama Antarnegara Di Bidang Ekonomi

Namun, setelah Balkenende mengatakan demikian memang banyak orang politisi Belanda, media Belanda, dan rakyat Belanda yang mengkritik pernyataan Balkenende itu. Pada 1908, para mahasiswa di Batavia mendirikan asosiasi Budi Utomo, kelompok politis pribumi yang pertama. Hal ini memulai tradisi politik kerja sama antara elit muda Indonesia dan para pejabat pemerintahan Belanda yang diharapkan untuk membantu wilayah Hindia Barat mencapai kemerdekaan yang terbatas. “Kerja sama dengan pemerintah negara merdeka Papua Nugini perlu terus ditingkatkan, khususnya di bidang pertahanan karena Papua Nugini merupakan salah satu negara di Pasifik yang mengakui kedaulatan Indonesia dan tidak mendukung OPM,” kata Charles. Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini pada 12 Maret 2010 menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan.

Karena itulah, proses produksi yang baik, tidak hanya harus memenuhi kuantitas, tapi juga kualitas barang tersebut. Dalam prosesnya, terdapat proses kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan yang membutuhkan waktu lama dan waktu singkat. Modal konkret, modal yang dapat dilihat secara nyata dalam kegiatan produksi. Tenaga kerja jasmani, tenaga kerja yang mengandalkan tenaga untuk melaksanakan pekerjaannya. Tenaga kerja terampil, tenaga kerja yang memerlukan keterampilan khusus agar bisa melaksanakan pekerjaannya.

Hal yang bisa dibuat untuk melancarkan kerjasama

Negara yang berbatasan langsung dengan wilayah Papua itu merupakan basis perlawanan kelompok Papua merdeka. Menurut Ryamizard, pemerintah bisa mendorong pemerintah Papua Nugini untuk membujuk negara-negara tetangganya di kawasan Pasifik, seperti Vanuatu, agar tidak mendukung gerakan separatis di Papua. Dia menambahkan hubungan bilateral kedua negara selama ini berjalan baik. Indonesia dan Papua Nugini sudah membina hubungan diplomatik sejak 1975.

Selain itu, saat penyusunan perlu didiskusikan baik-baik, apakah peraturan ini akan menyusahkan pekerja lainnya atau tidak. Jadi sebaiknya saat terjadi error sesegera mungkin disusun ulang, dengan mendengarkan saran dari para pelaku SOP tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, tidak ada salahnya untuk menerapkan sistem reward and punishment. Misalkan, jika dalam jangka waktu tertentu pekerja bekerja sesuai dengan SOP yang ditetapkan, perusahaan bisa memberikan reward berupa uang. Jika nanti ada pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan SOP perusahaan berhak untuk menegur atau memberikan SP , bahkan menuntut secara hukum . Jika tidak ada SOP yang mengatur, maka dikhawatirkan bila terjadi pergantian pekerja akan mempengaruhi hasil produksi dan tentu akan mengecewakan konsumen.

Jika memang ternyata prosedur tersebut merugikan salah satu pihak, penting untuk segera dikaji dan disusun ulang. Berikan ketentuan jika berhasil menjadi karyawan atau karyawati terbaik dalam waktu tertentu akan diberikan kenaikan gaji atau jabatan. Keuntungan nya adalah dapat memicu pekerja lain untuk merebut tempat terbaik tersebut, sehingga akan berlomba untuk bekerja sesuai SOP dan sebaik yang mereka bisa lakukan. Beberapa perusahaan memberikan reward dengan memajang foto mereka di tempat kerja sebagai karyawan atau karyawati terbaik bulan ini. Contohnya sebagai berikut, pelayanan Pertamina mengatur SOP 3S, yaitu salam, senyum, sapa untuk membuat pelanggan merasa nyaman. Tentunya sebagian besar masyarakat mengetahui prosedur tersebut akan diterapkan kepada mereka saat mengunjungi pertamina dan telah menjadi sebuah ciri khas.

Leave a Reply